Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Menurun

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:20:01 WIB
Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Menurun

JAKARTA - Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di level 5%, lebih rendah dibanding target pemerintah yang menargetkan 5,4%. 

Proyeksi ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan dari optimisme awal, meskipun masih lebih baik dibanding rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects yang diterbitkan Januari 2026, Bank Dunia menyoroti perlambatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. 

Di Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, pertumbuhan diperkirakan melambat akibat berakhirnya kebijakan dini atau front-loading, meski investasi diprediksi meningkat di beberapa negara yang mendapat dukungan kebijakan domestik.

Bank Dunia menilai, pertumbuhan di Indonesia tetap berkelanjutan berkat stimulus fiskal yang dicanangkan pemerintah dan investasi yang dipimpin negara. 

Meski demikian, ketidakpastian kebijakan dan utang yang tinggi menahan investasi swasta, sementara dukungan pemerintah menjadi faktor penopang utama.

Investasi dan Arus Modal di Indonesia

Laporan Bank Dunia menyoroti bahwa investasi swasta di kawasan Asia Timur dan Pasifik umumnya lesu, kecuali di Indonesia dan Malaysia. Di kedua negara ini, investasi didorong oleh inisiatif yang dipimpin negara serta investasi asing langsung.

Namun, Bank Dunia mencatat adanya gejolak politik singkat dan pelonggaran kebijakan moneter yang dipercepat di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan arus keluar modal dan depresiasi rupiah, sehingga bank sentral perlu melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar.

Sementara itu, antusiasme global terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu kenaikan signifikan di pasar ekuitas. Di tengah penerbitan utang yang kuat, kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami arus masuk modal yang besar, meski sebagian besar didominasi oleh utang.

Perdagangan Global dan Dampaknya pada Ekspor

Kondisi perdagangan internasional juga menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hambatan perdagangan yang meningkat dan penghapusan kebijakan penundaan ekspor diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan ekspor di Asia Timur dan Pasifik selama 2026.

Namun, dampak negatif ini diperkirakan tidak terlalu besar. Peningkatan pengiriman barang dari China ke pasar non-AS serta permintaan semikonduktor yang terdorong oleh AI dapat mendukung ekspor, termasuk dari Indonesia. 

Prospek perdagangan tetap bergantung pada tarif, akses pasar, dan perjanjian bilateral yang dijalin dengan Amerika Serikat. Perubahan tarif relatif antar negara dan sektor akan memengaruhi pola perdagangan di kawasan ini.

Tantangan dan Strategi Pemerintah Indonesia

Dengan prediksi pertumbuhan yang lebih rendah, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga momentum ekonomi. Stimulus fiskal tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong konsumsi dan investasi. Selain itu, penguatan infrastruktur digital dan transportasi dapat menjadi katalis untuk investasi yang dipimpin negara.

Stabilitas makroekonomi juga menjadi perhatian, termasuk pengelolaan inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga acuan. Bank Dunia menekankan pentingnya koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk mengurangi risiko arus keluar modal dan menjaga kepercayaan investor.

Selain itu, fokus pada sektor teknologi, manufaktur berbasis AI, dan ekspor komoditas strategis dapat membantu Indonesia mempertahankan pertumbuhan di tengah perlambatan global. 

Diversifikasi perdagangan, penguatan rantai pasok lokal, dan peningkatan daya saing produk juga menjadi strategi penting menghadapi tantangan global.

Dengan proyeksi pertumbuhan yang menurun, pengambilan kebijakan yang tepat menjadi kunci bagi pemerintah dan pelaku ekonomi untuk menahan risiko perlambatan. 

Fokus pada investasi produktif, stabilitas nilai tukar, dan peningkatan ekspor dapat membantu Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di level yang sehat meski menghadapi tantangan global yang kompleks.

Terkini