Awal Tahun 2026 Penyeberangan Merak Tetap Normal, ASDP Pastikan Layanan Aman dan Lancar

Jumat, 02 Januari 2026 | 09:58:25 WIB
Awal Tahun 2026 Penyeberangan Merak Tetap Normal, ASDP Pastikan Layanan Aman dan Lancar

JAKARTA - Momentum pergantian tahun kerap menjadi ujian bagi sistem transportasi nasional, terutama pada jalur penyeberangan antarpulau. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat seusai libur panjang, Pelabuhan Merak justru membuka Tahun Baru 2026 dengan situasi yang relatif terkendali.

Aktivitas penyeberangan Jawa–Sumatera tetap berjalan dengan ritme normal sejak hari pertama tahun ini. PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan operasional tetap aman dan lancar, seiring kondisi cuaca yang masih mendukung.

Peningkatan arus perjalanan pasca Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian utama pengelola pelabuhan. Namun, kesiapan armada dan petugas membuat layanan tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa hingga Kamis sore, 1 Januari 2026, kondisi operasional Pelabuhan Merak berada dalam kendali. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Layanan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera terpantau aman dan lancar. Kondisi cuaca juga mendukung aktivitas pelayaran di awal Tahun Baru 2026,” ujar Heru.

Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh unsur operasional menjadi fondasi utama kelancaran arus penyeberangan. Armada, awak kapal, dan petugas pelabuhan disiagakan penuh untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Cuaca Relatif Bersahabat, Operasional Tetap Diawasi Ketat

Kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam operasional penyeberangan laut. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca di kawasan Pelabuhan Merak pada Kamis, 1 Januari 2026, terpantau hujan ringan.

Kecepatan angin tercatat sekitar 11 knot dengan arah ke barat daya. Jarak pandang mencapai hingga 10 kilometer, sehingga masih dinilai aman untuk aktivitas pelayaran.

Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga tengah malam. Secara umum, situasi cuaca masih mendukung kelancaran penyeberangan ferry lintas Jawa–Sumatera.

Meski demikian, ASDP tidak mengendurkan kewaspadaan. Pemantauan cuaca dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Heru Widodo menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional selalu mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Koordinasi dan pemantauan cuaca bersama BMKG kami lakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian jadwal keberangkatan akan dilakukan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan kapal untuk berlayar. Langkah ini diambil demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi curah hujan di wilayah Banten dan Lampung. Curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian.

Informasi tersebut menjadi dasar penguatan langkah antisipatif ASDP. Pengaturan jadwal, kesiapan kapal, serta penempatan personel di lapangan terus disesuaikan dengan perkembangan cuaca.

Data Lalu Lintas Penyeberangan Periode Libur Akhir Tahun

Data operasional Posko Merak menunjukkan gambaran arus penyeberangan selama periode libur akhir tahun. Pemantauan dilakukan di Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Selama 24 jam pada periode 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB atau H+6, tercatat 115 trip kapal yang beroperasi. Angka ini mencerminkan intensitas layanan yang tetap terjaga.

Pada periode yang sama, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 29.397 orang. Jumlah ini turun 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 32.784 orang.

Penurunan juga terlihat pada kendaraan roda empat. Tercatat sebanyak 3.472 unit kendaraan roda empat menyeberang, turun 3,3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 3.590 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+6 mencapai 6.868 unit. Angka ini turun 21,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.712 unit.

Meski terjadi penurunan harian, tren kumulatif menunjukkan dinamika berbeda. Data akumulasi memberikan gambaran arus penyeberangan yang masih cukup tinggi.

Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera sejak H-10 hingga H+6 tercatat mencapai 619.808 orang. Jumlah tersebut naik 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 600.463 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang pada periode H-10 hingga H+6 tercatat sebanyak 137.203 unit. Angka ini turun 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 146.499 unit.

Kapasitas Pelabuhan Dinilai Masih Memadai

General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara, menyampaikan bahwa peningkatan arus masih dapat ditangani dengan baik. Menurutnya, kapasitas pelabuhan dan kapal saat ini masih sangat memadai.

Pelabuhan Merak memiliki kapasitas tampung hingga 6.919 unit kendaraan kecil. Angka ini dinilai cukup untuk mengakomodasi lonjakan kendaraan pada periode padat.

Selain itu, kapasitas angkut kapal per hari mampu mencapai 31.986 unit kendaraan kecil. Dukungan armada yang memadai menjadi kunci kelancaran layanan.

“Dengan dukungan tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan tetap mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara aman, tertib, dan nyaman,” ujar Umar.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antarpetugas di lapangan terus diperkuat. Pengaturan arus kendaraan dan penumpang dilakukan secara disiplin untuk mencegah penumpukan.

Pelayanan kepada pengguna jasa juga terus ditingkatkan. ASDP berupaya memastikan setiap penumpang mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

Melalui kesiapan operasional, pemantauan cuaca berkelanjutan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan, ASDP menegaskan komitmennya di awal tahun. Kelancaran penyeberangan menjadi prioritas utama di tengah mobilitas nasional yang dinamis.

Pelabuhan Merak pun kembali menegaskan perannya sebagai simpul vital konektivitas antarpulau. Di tengah arus perjalanan yang terus bergerak, kepercayaan publik dijaga melalui kepastian layanan dan keselamatan pelayaran.

Terkini